KD 3.1 MEMAHAMI UNSUR, PRINSIP, TEKNIK DAN PROSEDUR MENGGAMBAR MENGGUNAKAN MODEL DENGAN BERBAGAI BAHAN (Pengetahuan)
MATERI INTI : SENI RUPA "MENGGAMBAR MODEL"
<*> KEGIATAN PEMBELAJARAN (pertemuan 1) :
1. SISWA-SISWI MEMBACA MATERI TENTANG MENGGAMBAR MODEL
2. SISWA- SISWI MERANGKUM MATERI DI BUKU TULIS SENI BUDAYA.
3. SISWA- SISWI MENGERJAKAN SOAL FEEDBACK BERDASAR MATERI YANG SUDAH DIBACA DAN MENGISI DAFTAR HADIR
WAKTU : 50 MENIT
A.Pengertian Menggambar Model
Model merupakan objek gambar yang menjadi bahan ispirasi dalam kegiatan menggambar model. Menggambar model merupakan kegiatan menggambar dengan menentukan objek gambar berupa objek tiga dimensi yang digambar atau direkam diatas bidang dua dimensi dengan ketentuan, kemiripan/ ketepatan, bentuk dan warna. Untuk menghasilkan gambar yang menarik dan tepat perlu memperhatikan prinsip-prinsip, langkah-langkah, dan teknik menggambar model yang baik dan benar. Objek gambar model sangat beragam, antara lain seperti objek benda hidup (manusia, hewan dan tumbuhan), dan benda mati (gelas, piring, botol, mangkuk, dan lain-lain).
B. Prinsip-Prinsip Mengambar Model
Untuk mendapatkan hasil gambar yang baik dan benar diperlukan penerapan prinsip-prinsip menggambar model, yang terdiri dari:1. Komposisi
Komposisi adalah susunan atau tataletak objek gambar antara objek gambar yang satu dengan objek lainnya sehingga memiliki satu kesatuan bentuk yang harmonis.
Jenis-jenis komposisi antara lain, sebagai berikut;
a. Kompisisi Simetris, yaitu susunan objek gambar pada posisi seimbang antara sisi kanan dan sisi kiri baik dalam susunan bentuk maupun objeknya.
b. Komposisi Asimetris, yaitu susunan objek gambar dalam posisi maupun ukuran yang tidak sama antara sisi kanan dan sisi kiri, namun masih tetap memperhatikan proporsi, keseimbangan, dan kesatuan antar objek gambar.
c. Komposisi Sentral, Susunan objek gambar pada posisi sentral/ ditengah-tengah bidang gambar sebagai pusat perhatian, dengan memperhatikan proporsi bentuk dan model gambar agar tercipta keseimbangan dan kesatuan antar objek gambar.
Proporsi adalah perbandingan ukuran dan bentuk objek antara bagian satu dengan bagian yang lain secara ideal dan harmonis.
3. Keseimbangan
Keseimbangan adalah keselarasan antara objek gambar, bidang gambar dan gambar yang dihasilkan. Keseimbangan dalam menggambar model dapat diperoleh dengan cara memberikan efek perspektif pada objek gambar, sudut pandang gambar, maupun dengan cara membuat skala.
Keseimbangan juga dapat diartikan sebagai keadaan dimana unsur-unsur objek gambar yang satu dengan yang lain memiliki kesamaan bobot. Jenis-jenis keseimbangan antara lain sebagai berikut
a. Keseimbangan Simetris, yaitu keadaan dimana unsur yang satu dengan unsur yang lainnya memiliki persamaan.
b. Keseimbangan Asimetris, yaitu keadaan dimana unsur yang satu dengan unsur yang lainnya kurang memiliki persamaan.
4. Kesatuan
b. Keseimbangan Asimetris, yaitu keadaan dimana unsur yang satu dengan unsur yang lainnya kurang memiliki persamaan.
4. Kesatuan
Kesatuan adalah penataan unsur dengan cara menggabungkan unsur satu dengan unsur lainnya berdasarkan bentuk, ukuran maupun jenisnya sehingga memperoleh hubungan yang kuat, erat, dan saling mendukung antar satu dengan yang lain sehingga memiliki kesatuan yang tidak terpisahkan.
Kesatuan juga dapat diartikan keserasian dalam mengatur objek gambar sehingga objek yang diatur antara satu dengan lainnya memiliki kesan ruang, kedalaman, dan saling mendukung antar objek satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan gambar yag baik.
5. Perspektif
Perspektif adalah memperhitungkan hukum alam dengan mempertimbangkan jauh dekat benda dari pandangan mata kita, jika benda dekat dengan mata kita akan terlihat jelas, sementara benda yang jauh dari pandangan mata akan terlihat samar dan tidak jelas.
Contoh penerapan hukum perspektif ini dilakukan pada saat menggambar objek misalnya kereta api yang berjalan mendekati kita, pada bagian yang dekat seperti mesin kerata terlihat jelas sedangkan bagian gerbong kereta api bagian belakang hingga semakin jauh terlihat kurang jelas dan semakin samar.
6. Lay out
Lay out adalah tata letak objek gambar dengan keseluruhan bidang gambar. Prinsip lay out diperlukan dalam menentukan tata letak atau posisi objek gambar dengan bidang gambar,
7. Gelap Terang
Gelap terang adalah efek gelap dan terangnya suatu permukaan objek atau bidang dari pengaruh cahaya pada objek atau bidang tersebut, atau latar belakang karena pengaruh cahaya.
8. Plastisiteit
Plastisiteit adalah kesan natural dari hasil gambar yang seolah-olah seperti benda aslinya. Plastisiteit dapat diperoleh dengan mengolah secara maksimal anatomi, warna, tekstur, pencahayaan, bayangan, latar belakang, dan efek-efek lainnya.
C. Unsur-Unsur Menggambar Model
Menggambar model merupakan bagian dari seni rupa, jadi unsur-unsur gambar model sama dengan unsur-unsur dalam seni rupa, diantaranya yaitu;1. Titik
2. Garis
3. Bidang
4. Bentuk
5. Warna
6. Tekstur
7. Gelap Terang
8. Ruang
2. Garis
3. Bidang
4. Bentuk
5. Warna
6. Tekstur
7. Gelap Terang
8. Ruang
D. Alat dan Bahan Menggambar Model
Secara umum terdapat beberapa macam alat dan bahan untuk menggambar model bagi pemula yang memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing, yaitu;1. Pensil = berukuran 2H-H (keras), HB (medium), dan B-2B (lunak).
2. Penghapus = sebaiknya menggunakan penghapus yang lunak dan lentur.
3. Kertas = ukuran A3, A4, dan kwarto.
4. Pensil Warna = menggunakan dengan teknik mengarsir atu memblok. tebal tipisnya warna dipengaruhi oleh tekanan yang di berikan.
5. Krayon = bahan krayon adalah kapur atau minyak.
6. Cat Air = bentuk cat air adalah tube dan batangan.
E. Langkah-Langkah Menggambar Model
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan perihal langkah-langkah urutan kerja sebelum kita memulai menggambar model, diantaranya yaitu;1. Persiapan alat dan bahan
2. Pengamatan, yaitu kegiatan untuk mengamati obyek gambar (model) yang akan kita gambar.
3. Menentukan teknik menggambar
4. Membuat sket (sketsa) atau rancangan gambar
5. Penyelesaian gambar
6. Finishing, yaitu penyelesaian akhir gambar hingga tahap penyajian karya dengan diberi pelapis anti jamur. kaca atau pigura.
1. Menggambar dengan Media Pensil, Arang, Pensil warna, dan Crayon
4. Membuat sket (sketsa) atau rancangan gambar
5. Penyelesaian gambar
6. Finishing, yaitu penyelesaian akhir gambar hingga tahap penyajian karya dengan diberi pelapis anti jamur. kaca atau pigura.
F. Teknik Menggambar model
Teknik menggambar model menurut media yang digunakan tersebut antara lain :1. Menggambar dengan Media Pensil, Arang, Pensil warna, dan Crayon
a. Teknik arsir
Teknik arsir adalah pengulangan garis secar acak & saling menyilang dengan tujuan untuk menentukan gelap terang suatu objek gambar sehingga tampak memiliki kesan ruang atau kedalaman. Teknik arsir biasanya dilakukan dengan menggunakan media pensil dan arang.
Macam-Macam Teknik Arsir
Teknik arsir adalah pengulangan garis secar acak & saling menyilang dengan tujuan untuk menentukan gelap terang suatu objek gambar sehingga tampak memiliki kesan ruang atau kedalaman. Teknik arsir biasanya dilakukan dengan menggunakan media pensil dan arang.
Macam-Macam Teknik Arsir
1) Teknik Arsiran satu arah (Hatching)
Teknik arsir hatching adalah teknik ini dilakukan dengan cara membuat goresan pensil secara sejajar dan beruntun, semakin padat dan tebal goresan garis arsiran akan semakin gelap dan tegas. Untuk mendapatkan arsiran yang bagus gunakan pensil tipe B (2B, 4B, 9B).
Teknik Arsir Crosshatching merupakan salah satu teknik dalam membuat arsiran dengan cara menggoreskan pensil secara meyilang.
3) Teknik Arsiran searah kontur (Contour Hatching)
Teknik Contour Hatching merupakan teknik arsir yang dilakukan dengan membuat goresan mengikuti kontur/ garis bidang yang ingin diarsir. Teknik arsiran ini biasanya dipakai dalam menggambar figur manusia, hewan, dan tumbuhan.
4) Teknik Arsiran coretan bebas (Scumbling)
Teknik scumbling merupakan salah satu teknik arsir yang dilakukan dengan cara membuat goresan bebas.
5) Teknik Arsiran titik (Stippling)
Teknik stippling merupakan teknik arsir yang dilakukan dengan cara membuat titik-titik seperti teknik pointilisme pada teknik melukis. Semakin tebal dan rapat titik-titik yang dibuat makan semakin gelap dan tegas arsiran yang dihasilkan.
6) Teknik Arsiran melingkar (Circusilm)
Teknik Arsir Circusilm merupakan teknik arsir yang dilakukan dengan cara membuat goresan lingkaran spiral kecil-kecil yang disusun secara beruntun.
b. Teknik pointilis
Teknik pointilis adalah suatu teknik menggambar dengan cara membuat rangkaian titik-titik sebanyak-banyaknya yang disusun menjadi suatu objek gambar atau untuk memberikan kesan gelap terang pada gambar. Teknik pointilis dapat diterapkan dengan media pensil, pensil warna, spidol, maupun crayon.
c. Teknik dussel
Teknik dussel adalah suatu teknik menggambar dengan cara menggoreskan pensil secara horizontal pada kertas, kemudian digosok dengan kapas atau jari telunjuk sehingga arah goresan tidak kelihatan.
2. Menggambar dengan Media Cat
a. Teknik Transparan (Aquarel)
Teknik aquarel adalah teknik menggambar dengan cat air yang dilakukan dengan sapuan warna tipis dan transparan.
b. Teknik Plakat
Teknik plakat adalah teknik menggambar dengan media cat dengan sapuan warna tegas dan tebal, sehingga hasilnya tampak pekat dan menutup.
c. Teknik Pointilis
Teknik pointilis merupakan teknik menggambar dengan membuat rangkaian titik-titik yang disusun menjadi suatu objek gambar.
d. Teknik Blok
Teknik blok merupakan teknik menggambar dengan cara menutup bidang gambar dengan satu sapuan warna sehingga hanya tampak bentuk globalnya saja/ siluet. Teknik ini biasanya dilakukan dengan media cat poster, tinta bak.
G. Objek menggambar
Berikut beberapa objek yang dapat digunakan untuk menggambar model.
1. Manusia
2. Binatang
3. Tumbuhan
4. Alam Benda
1. Manusia
2. Binatang
3. Tumbuhan
4. Alam Benda
Setelah selesai silahkan absen bagian di bawah ini






Tidak ada komentar:
Posting Komentar